Big bang


Berkas:Zoom of an artist's impression of a galaxy accreting material from its surroundings.ogvPutar media
Gambar menunjukkan kesan artistik dari sebuah galaksi di alam semesta, 2 miliar tahun setelah ledakan dahsyat, dalam proses menarik gas dingin (ditunjukkan dalam warna oranye) dari sekitarnya.
Gambar menunjukkan kesan artistik dari sistem binari dengan piringan akresimengelilingi lubang hitam.
Dalam astrofisika, istilah akresi digunakan untuk setidaknya dua proses yang berbeda.
Yang pertama dan paling umum adalah bertumbuhnya sebuah objek yang besar di mana gravitasi objek tersebut menarik lebih banyak materi, biasanya materi gas di piringan akresi. Piringan akresi umum ada di sekitar bintang yang lebih kecil atau sisa-sisa bintang biner atau lubang hitam di pusat galaksi spiral.
Proses kedua adalah serupa dengan yang ada di salah satu ilmu atmosfer. Dalam teori nebula, akresi mengacu pada tabrakan dan menempelnya debu mikroskopis yang dingin dan partikel es elektrostatis, dalam cakram protoplanet dan sistem protoplanet raksasa gas, yang akhirnya menimbulkan planetisimal dan gravitasinya menghisap partikel kecil serta planetisimal lainnya.

Artikel ini menggunakan bahan dari artikel Wikipedia Akresi, yang dilepaskan di bawah Creative Commons Attribution-Share-Alike License 3.0.
#wahyutrisnoaji
Tunggu juga blog tetang antariksanya ya temen-temen

Komentar

Postingan Populer

Citra Sirius A dan Sirius B yang diambil dari Hubble Space Telescope. Sirius B, yang merupakan katai putih, dapat dilihat sebagai titik redup di sebelah kiri bawah Sirius A yang lebih terang. Katai putih, juga disebut katai degenerasi, adalah bintang kecil yang sudah tidak lagi bersinar. Katai putih adalah tahap evolusi terakhir bintang bermassa kecil dan menengah (sekitar 0,07 M☉ sampai 10 M☉ ; M☉ = Massa matahari). Katai putih sangat padat dimana massanya sama dengan matahari tetapi volumenya hanya sebesar bumi, katai putih terdiri dari materi terdegenerasi. Katai putih tidak lagi memiliki bahan bakar berupa hidrogen untuk melakukan fusi, bintang melakukan fusi dan menghasilkan energi serta tekanan yang menuju keluar inti, hal ini diseimbangkan oleh energi gravitasi yang menuju kedalam, akan tetapi katai putih tidak lagi melakukan fusi sehingga semua materinya tertarik menuju inti sehingga katai putih menjadi sangat padat. Hal yang sama juga dialami bintang bermassa besar tapi gaya gravitasinya jauh lebih kuat sehingga tarikan ke inti menjadi lebih dahsyat dan akhirnya meledak membentuk lubang hitam atau bintang neutron. Katai putih tidak mempunyai sumber energi sehingga lama kelamaan katai putih akan mendingin sampai tidak memiliki cahaya lagi untuk dipancarkan tetapi itu sangat lama karena katai putih berumur sampai 10 milyar lebih lam dari alam semesta ini , katai putih berubah menjadi katai hitam. Waktu yang diperlukan untuk menjadi katai hitam diperkirakan lebih lama dari usia alam semesta saat ini (13,8 milyar tahun), karena itulah ilmuwan percaya belum ada katai hitam yang tercipta. Ketidakbiasaan katai putih pertama kali dikenali pada tahun 1910 oleh Henry Norris Russell, Edward Charles Pickering dan Williamina Fleming; nama katai putih pertama kali digunakan oleh Willem Luyten tahun 1922. Katai putih terdekat bumi adalah Sirius B yang mengiringi bintang Sirius A yang merupakan bintang tercerah di langit malam. Lihat pula Batas Chandrasekhar Artikel ini menggunakan bahan dari artikel Wikipedia Katai putih, yang dilepaskan di bawah Creative Commons Attribution-Share-Alike License 3.0.