Katai cokelat tata surya


Sebuah katai coklat (obyek yang lebih kecil) yang mengorbit bintang Gliese 229 di rasi Lepus, sekitar 19 tahun cahaya dari Bumi. Katai coklat yang dinamai Gliese 229B, bermassa sekitar 20 hingga 50 massa Jupiter.

Katai coklat adalah objek astronomis yang memiliki massa di antara planet gas raksasa dengan bintang, bermassa sekitar 13 - 80 massa jupiter (MJ). Tidak seperti bintang di deret utama, katai coklat tidak memiliki cukup massa untuk melakukan fusi hidrogenmenjadi helium di intinya. Karena itulah objek ini dapat disebut bintang yang gagal. Tetapi objek ini dapat melakukan fusi deuterium dan litium. Katai coklat tidaklah berwarna coklat tapi magenta, selain itu katai coklat terlihat redup pada cahaya tampak. Katai coklat terdekat dengan bumi adalah Luhman 16 di rasi bintang Vela dan berjarak 6,5 tahun cahaya.

Teori mengenai katai coklat pertama kali dipublikasikan oleh Shiv S. Kumar walaupun saat itu diberi nama katai hitam, tapi nama itu sudah digunakan, beberapa nama diusulkan seperti planetar dan substar. Nama katai coklat diusulkan oleh Jill Tarter.

Catatan kaki

Artikel bertopik astronomi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Artikel ini menggunakan bahan dari artikel Wikipedia Katai coklat, yang dilepaskan di bawah Creative Commons Attribution-Share-Alike License 3.0.

#wta astronomi

Komentar

Postingan Populer

Citra Sirius A dan Sirius B yang diambil dari Hubble Space Telescope. Sirius B, yang merupakan katai putih, dapat dilihat sebagai titik redup di sebelah kiri bawah Sirius A yang lebih terang. Katai putih, juga disebut katai degenerasi, adalah bintang kecil yang sudah tidak lagi bersinar. Katai putih adalah tahap evolusi terakhir bintang bermassa kecil dan menengah (sekitar 0,07 M☉ sampai 10 M☉ ; M☉ = Massa matahari). Katai putih sangat padat dimana massanya sama dengan matahari tetapi volumenya hanya sebesar bumi, katai putih terdiri dari materi terdegenerasi. Katai putih tidak lagi memiliki bahan bakar berupa hidrogen untuk melakukan fusi, bintang melakukan fusi dan menghasilkan energi serta tekanan yang menuju keluar inti, hal ini diseimbangkan oleh energi gravitasi yang menuju kedalam, akan tetapi katai putih tidak lagi melakukan fusi sehingga semua materinya tertarik menuju inti sehingga katai putih menjadi sangat padat. Hal yang sama juga dialami bintang bermassa besar tapi gaya gravitasinya jauh lebih kuat sehingga tarikan ke inti menjadi lebih dahsyat dan akhirnya meledak membentuk lubang hitam atau bintang neutron. Katai putih tidak mempunyai sumber energi sehingga lama kelamaan katai putih akan mendingin sampai tidak memiliki cahaya lagi untuk dipancarkan tetapi itu sangat lama karena katai putih berumur sampai 10 milyar lebih lam dari alam semesta ini , katai putih berubah menjadi katai hitam. Waktu yang diperlukan untuk menjadi katai hitam diperkirakan lebih lama dari usia alam semesta saat ini (13,8 milyar tahun), karena itulah ilmuwan percaya belum ada katai hitam yang tercipta. Ketidakbiasaan katai putih pertama kali dikenali pada tahun 1910 oleh Henry Norris Russell, Edward Charles Pickering dan Williamina Fleming; nama katai putih pertama kali digunakan oleh Willem Luyten tahun 1922. Katai putih terdekat bumi adalah Sirius B yang mengiringi bintang Sirius A yang merupakan bintang tercerah di langit malam. Lihat pula Batas Chandrasekhar Artikel ini menggunakan bahan dari artikel Wikipedia Katai putih, yang dilepaskan di bawah Creative Commons Attribution-Share-Alike License 3.0.