Apa itu laniakea


Laniakea adalah superkluster galaksi yang dihuni oleh Bima Sakti, Tata Surya, dan Bumi. Superkluster ini dipastikan keberadaannya pada September 2014 ketika sekelompok astronom yang diketuai R. Brent Tully dari University of Hawaii menciptakan cara baru menentukan supercluster sesuai kecepatanrelatif galaksi. Supercluster lokal baru ini menggantikan supercluster lokal sebelumnya, Superkluster Virgo, yang terbukti merupakan bagian kecil dari Laniakea.

Cara penemuan

Cara baru yang digunakan untuk mengamati pergerakan galaksi supaya bisa membedakan gerak khas dengan perluasan kosmik adalah penyaringan Wiener. Penyaringan ini berguna untuk informasi posisi yang sudah ditentukan dengan jelas sehingga memungkinkan dilakukannya pengamatan sejauh 300 Mly (92 Mpc) dan menampilkan pola arus galaksi. Dengan pembatasan seperti ini, Laniakea diketahui mengarah ke Superkluster Shapley. Shapley dan Laniakea bisa jadi merupakan bagian dari kompleks yang lebih besar.

Lokasi

Superkluster terdekat dengan Laniakea adalah Superkluster Shapley, Superkluster Hercules, Superkluster Coma, dan Superkluster Perseus-Pisces. Pinggiran superkluster-superkluster ini dan Laniakea belum diketahui dengan jelas saat Laniakea dipastikan keberadaannya.

Nama

Nama Laniakea berarti "langit mahaluas" dalam bahasa Hawaii yang terdiri dari kata "lani" (langit) dan "akea" (luas atau sangat luas). Nama ini disarankan oleh Nawa'a Napoleon, dosen pembantu jurusan bahasa Hawaii di Kapiolani Community College. Nama ini diberikan untuk menghormati para penjelajah Polinesia yang memanfaatkan pengetahuan langit mereka saat menjelajahi Samudra Pasifik.

Lihat pula

Gugus galaksiFilamen galaksiSuperkluster galaksiProyek IllustrisCelah Lokal - celah kosmik terdekatCelah (astronomi)Dinding astronomi

Bacaan lanjutan

R. Brent Tully, Helene Courtois, Yehuda Hoffman, Daniel Pomarède (2 September 2014). "The Laniakea supercluster of galaxies". Nature (4 September 2014) 513 (7516): 71. Bibcode:2014arXiv1409.0880T. arXiv:1409.0880. doi:10.1038/nature13674.

Artikel ini menggunakan bahan dari artikel Wikipedia Laniakea, yang dilepaskan di bawah Creative Commons Attribution-Share-Alike License 3.0.

#wta astronomi

Komentar

Postingan Populer

Citra Sirius A dan Sirius B yang diambil dari Hubble Space Telescope. Sirius B, yang merupakan katai putih, dapat dilihat sebagai titik redup di sebelah kiri bawah Sirius A yang lebih terang. Katai putih, juga disebut katai degenerasi, adalah bintang kecil yang sudah tidak lagi bersinar. Katai putih adalah tahap evolusi terakhir bintang bermassa kecil dan menengah (sekitar 0,07 M☉ sampai 10 M☉ ; M☉ = Massa matahari). Katai putih sangat padat dimana massanya sama dengan matahari tetapi volumenya hanya sebesar bumi, katai putih terdiri dari materi terdegenerasi. Katai putih tidak lagi memiliki bahan bakar berupa hidrogen untuk melakukan fusi, bintang melakukan fusi dan menghasilkan energi serta tekanan yang menuju keluar inti, hal ini diseimbangkan oleh energi gravitasi yang menuju kedalam, akan tetapi katai putih tidak lagi melakukan fusi sehingga semua materinya tertarik menuju inti sehingga katai putih menjadi sangat padat. Hal yang sama juga dialami bintang bermassa besar tapi gaya gravitasinya jauh lebih kuat sehingga tarikan ke inti menjadi lebih dahsyat dan akhirnya meledak membentuk lubang hitam atau bintang neutron. Katai putih tidak mempunyai sumber energi sehingga lama kelamaan katai putih akan mendingin sampai tidak memiliki cahaya lagi untuk dipancarkan tetapi itu sangat lama karena katai putih berumur sampai 10 milyar lebih lam dari alam semesta ini , katai putih berubah menjadi katai hitam. Waktu yang diperlukan untuk menjadi katai hitam diperkirakan lebih lama dari usia alam semesta saat ini (13,8 milyar tahun), karena itulah ilmuwan percaya belum ada katai hitam yang tercipta. Ketidakbiasaan katai putih pertama kali dikenali pada tahun 1910 oleh Henry Norris Russell, Edward Charles Pickering dan Williamina Fleming; nama katai putih pertama kali digunakan oleh Willem Luyten tahun 1922. Katai putih terdekat bumi adalah Sirius B yang mengiringi bintang Sirius A yang merupakan bintang tercerah di langit malam. Lihat pula Batas Chandrasekhar Artikel ini menggunakan bahan dari artikel Wikipedia Katai putih, yang dilepaskan di bawah Creative Commons Attribution-Share-Alike License 3.0.