Bintang t-tauri

Blog wahyutrisnoaji
Astronomi

Gambaran bintang T-Tauri dengan piringan akresimelingkar

Bintang T Tauri (TTS) adalah kelas bintang variabel yang diberi nama sesuai prototipe nya – T Tauri. Bintang-bintang ini ditemukan di dekat awan molekul dan diidentifikasi oleh variabilitas optik dan garis kromosfer yang kuat.

Karakteristik

Bintang T Tauri merupakan bintang tipe F, G, K, M termuda yang tampak, (<2 massa Matahari). Suhu permukaannya setara dengan bintang pada deret utama dengan massa yang sama, namun lebih cemerlang karena memiliki jari-jari yang lebih besar. Suhu intinya terlalu rendah untuk terjadinya fusi hidrogen. Bintang ini mendapatkan tenaganya dari gaya gravitasi yang dilepaskan saat bintang mulai terbentuk, dan bergerak menuju deret utama, yang dapat dicapai setelah 100 juta tahun. Umumnya bintang ini berrotasi antara satu dan duabelas hari, sementara Matahari berrotasi selama satu bulan. Bintang T Tauri juga sangat aktif dan bervariasi.

Ditemukan bukti yang menunjukkan bahwa bintang T Tauri memiliki bintik bintang yang luas, dan memiliki emisi sinar-X dan gelombang radio yang inten dan bervariasi (kira-kira 1000 kali Matahari). Banyak yang memiliki angin bintang yang sangat kuat. Sumber lain dari variabilitas kecerahan adalah gumpalan (protoplanet dan planetisimal) di dalam cakram sekitar bintang T Tauri.

Pengeluaran gelembung gas panas dari sistem biner bintang T Tauri . Skala ini jauh lebih besar dibandingkan dengan tata suryakita.

Tipe bintang T Tauri

Ada beberapa tipe bintang T Tauri (TTS):

Bintang T Tauri klasik (Classical T Tauri star (CTTS))Bintang T Tauri bergaris tipis (Weak-line T Tauri star (WTTS))Bintang T Tauri telanjang (Naked T Tauri star (NTTS)), yang merupakan bagian dari WTTS.^ T Tauri Stars, Naked and Otherwise, Scott J. Wolk, 1996.

Artikel ini menggunakan bahan dari artikel Wikipedia Bintang T Tauri, yang dilepaskan di bawah Creative Commons Attribution-Share-Alike License 3.0.

Komentar

Postingan Populer

Citra Sirius A dan Sirius B yang diambil dari Hubble Space Telescope. Sirius B, yang merupakan katai putih, dapat dilihat sebagai titik redup di sebelah kiri bawah Sirius A yang lebih terang. Katai putih, juga disebut katai degenerasi, adalah bintang kecil yang sudah tidak lagi bersinar. Katai putih adalah tahap evolusi terakhir bintang bermassa kecil dan menengah (sekitar 0,07 M☉ sampai 10 M☉ ; M☉ = Massa matahari). Katai putih sangat padat dimana massanya sama dengan matahari tetapi volumenya hanya sebesar bumi, katai putih terdiri dari materi terdegenerasi. Katai putih tidak lagi memiliki bahan bakar berupa hidrogen untuk melakukan fusi, bintang melakukan fusi dan menghasilkan energi serta tekanan yang menuju keluar inti, hal ini diseimbangkan oleh energi gravitasi yang menuju kedalam, akan tetapi katai putih tidak lagi melakukan fusi sehingga semua materinya tertarik menuju inti sehingga katai putih menjadi sangat padat. Hal yang sama juga dialami bintang bermassa besar tapi gaya gravitasinya jauh lebih kuat sehingga tarikan ke inti menjadi lebih dahsyat dan akhirnya meledak membentuk lubang hitam atau bintang neutron. Katai putih tidak mempunyai sumber energi sehingga lama kelamaan katai putih akan mendingin sampai tidak memiliki cahaya lagi untuk dipancarkan tetapi itu sangat lama karena katai putih berumur sampai 10 milyar lebih lam dari alam semesta ini , katai putih berubah menjadi katai hitam. Waktu yang diperlukan untuk menjadi katai hitam diperkirakan lebih lama dari usia alam semesta saat ini (13,8 milyar tahun), karena itulah ilmuwan percaya belum ada katai hitam yang tercipta. Ketidakbiasaan katai putih pertama kali dikenali pada tahun 1910 oleh Henry Norris Russell, Edward Charles Pickering dan Williamina Fleming; nama katai putih pertama kali digunakan oleh Willem Luyten tahun 1922. Katai putih terdekat bumi adalah Sirius B yang mengiringi bintang Sirius A yang merupakan bintang tercerah di langit malam. Lihat pula Batas Chandrasekhar Artikel ini menggunakan bahan dari artikel Wikipedia Katai putih, yang dilepaskan di bawah Creative Commons Attribution-Share-Alike License 3.0.