Makan Gratisan, Tagihan Penderitaan

 


Aku butuh makan, katanya mereka.. 

Aku kelaparan, katanya mereka... 

Tetangga mengetuk pintu, berbisik menanyakan nasi dan lauk masih ada?

Katanya Republik ini butuh makan, sehingga kebijakannya soal kenyang. 

Selagi perut tidak keroncongan, katanya semua akan aman. 

Itulah impian, tidak ada orang yang boleh kelaparan. 

Sehingga, datang pahlawan membawa sepanci makanan bergizi untuk sekalian. 

Janjinya, makan akan digratiskan jika dirinya menjadi pemenang. 

Hal itulah yang membawanya duduk dibangku kekuasaan sekarang, alasan makanan yang digratiskan. 

Namun, tahukah sekalian Negara Penganut Republik berbasis demokrasi. 

Makan gratisan itu akan membuat kita ketergantungan. 

Makan gratisan itu membuat penderitaan, namun pelan-pelan. 

Ada masanya, kebijakan itu mencekik rakyat dengan menaikan pajak. 

Pendidikan tidak digratiskan, namun makan untuk mereka yang sekolah diberikan. 

Jadi bagaimana ini?, apakah benar ada yang gratis didunia ini jika sebagian lain harus dipangkas?. 

Rasanya, makan gratisan memang membuat kenyang. 

Namun, bagian lain harus diambil, dan dipaksa untuk kita ikhlaskan. 

Hidup dinegara unik, bersistem peduli kepada rakyat. 

Namun suara untuk lapangan pekerjaaan ditanyakan, para penguasa hanya diam. 

Bahkan sibuknya mereka, mengisi kantong dengan menaikan gajinya. 

Sedangkan rakyat, dipaksa bekerja sampai hilang badan, dipajaki dengan berlipat ganda, dan dikebijakan dibuat dengan rujukan kepentingan kapital. 

Makan gratis, Tetapi tidak gratisan.

Harus ada pembayaran, namun tidak dibayar tunai. 

Namun dibayar penderitaan sepanjang kekuasaan itu berjalan. 

Makan gratis, Mengemuka untuk beberapa waktu. 

Kenyang diberi untuk anak, ibu hamil dan orang-orang sekolah. 

Tapi tidak semua, merekalah yang mengatur siapa saja berhak untuk makan. 

Dengan porsi seberapa, sisanya di kantong saja. 

Korupsi mungkin saja merajalela, rasa malu dimakamkan setelah mereka mendapatkan semua. 

Di Republik inilah, semua yang gratis tidak dibayar tunai, namun dibayar penderitaan melalui kebijakan. 

Tragedi akan terus menerus terjadi, iming-iming makan gratis bisa terus menerus diimplementasi. 

Namun lupa, negara Republik itu sibuk memberi dan menyuapi makanan. 

Namun lupa atau bahkan sengaja, tak memberitahukan cara mendapatkan makanan. 

Negeri yang katanya Republik ini menunggu waktu untuk meraih emasnya. 

Namun pendidikan selalu diabaikan nya. 

Apa daya, negeri dengan segala carut marut peduli kepada orang-orang lapar.

Namun tak diajarkan tentang mencari makanan, melainkan diberi gratisan, namun dibalas dengan penderitaan. 

Suara kelaparan memang dibungkam, namun suara atas kebebasan juga ikut dibungkam. 

Selamat untuk Republik yang merayakan makan tidak gratisan, tak dibayar tunai, melainkan dibayar penderitaan.

"Orang-orang butuh makan, bahkan itu adalah keharusan. Namun yang paling dibutuhkan bukan diberi makanan, namun cara bagaimana selalu dan akan selalu mendapatkan makanan"


Tetaplah sehat dinegara yang sakit!!!!!! 

Komentar

Postingan Populer

Citra Sirius A dan Sirius B yang diambil dari Hubble Space Telescope. Sirius B, yang merupakan katai putih, dapat dilihat sebagai titik redup di sebelah kiri bawah Sirius A yang lebih terang. Katai putih, juga disebut katai degenerasi, adalah bintang kecil yang sudah tidak lagi bersinar. Katai putih adalah tahap evolusi terakhir bintang bermassa kecil dan menengah (sekitar 0,07 M☉ sampai 10 M☉ ; M☉ = Massa matahari). Katai putih sangat padat dimana massanya sama dengan matahari tetapi volumenya hanya sebesar bumi, katai putih terdiri dari materi terdegenerasi. Katai putih tidak lagi memiliki bahan bakar berupa hidrogen untuk melakukan fusi, bintang melakukan fusi dan menghasilkan energi serta tekanan yang menuju keluar inti, hal ini diseimbangkan oleh energi gravitasi yang menuju kedalam, akan tetapi katai putih tidak lagi melakukan fusi sehingga semua materinya tertarik menuju inti sehingga katai putih menjadi sangat padat. Hal yang sama juga dialami bintang bermassa besar tapi gaya gravitasinya jauh lebih kuat sehingga tarikan ke inti menjadi lebih dahsyat dan akhirnya meledak membentuk lubang hitam atau bintang neutron. Katai putih tidak mempunyai sumber energi sehingga lama kelamaan katai putih akan mendingin sampai tidak memiliki cahaya lagi untuk dipancarkan tetapi itu sangat lama karena katai putih berumur sampai 10 milyar lebih lam dari alam semesta ini , katai putih berubah menjadi katai hitam. Waktu yang diperlukan untuk menjadi katai hitam diperkirakan lebih lama dari usia alam semesta saat ini (13,8 milyar tahun), karena itulah ilmuwan percaya belum ada katai hitam yang tercipta. Ketidakbiasaan katai putih pertama kali dikenali pada tahun 1910 oleh Henry Norris Russell, Edward Charles Pickering dan Williamina Fleming; nama katai putih pertama kali digunakan oleh Willem Luyten tahun 1922. Katai putih terdekat bumi adalah Sirius B yang mengiringi bintang Sirius A yang merupakan bintang tercerah di langit malam. Lihat pula Batas Chandrasekhar Artikel ini menggunakan bahan dari artikel Wikipedia Katai putih, yang dilepaskan di bawah Creative Commons Attribution-Share-Alike License 3.0.